Masih ada 1.800 ton emas yang masih bersemayam di bawah bantal masyarakat Indonesia.
Siapa sangka, buah yang kini sering dijual di pinggir jalan Indonesia ini pernah dihargai lebih mahal dibanding salah satu barang mewah di Eropa.
Direktur Astra International Djap Tet Fa membeli 500 ribu lembar saham ASII seharga Rp 2,4 miliar.